
Bagi orang yang sering mengamati isnad hadits maka nama Abu Qilabah bukanlah satu nama yang asing karena sering sekali ia disebutkan dalam isnad-isnad hadits, terutama karena ia adalah seorang perawi yang meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik yang merupakan salah seorang dari tujuh sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu nama Abu Qilabah sering berulang-ulang seiring dengan sering diulangnya nama Anas bin Malik.Ibnu Hibban dalam kitabnya Ats-Tsiqoot menyebutkan kisah yang ajaib dan menakjubkan tentangnya yang menunjukan akan kuatnya keimanannya kepada Allah.
Nama beliau adalah Abdullah bin Zaid Al-Jarmi salah seorang dari para ahli ibadah dan ahli zuhud yang berasal dari Al-Bashroh. Beliau meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik dan sahabat Malik bin Al-Huwairits –radhiallahu ‘anhuma- . Beliau wafat di negeri Syam pada tahun 104 Hijriah pada masa kekuasaan Yazid bin Abdilmalik.
Abdullah bin Muhammad berkata, “Aku keluar menuju tepi pantai dalam rangka untuk mengawasi (menjaga) kawasan pantai (dari kedatangan musuh)…tatkala aku tiba di tepi pantai, tiba-tiba aku telah berada di sebuah dataran lapang di suatu tempat (di tepi pantai) dan di dataran tersebut terdapat sebuah kemah yang di dalamnya ada seseorang yang telah buntung kedua tangan dan kedua kakinya, dan pendengarannya telah lemah serta matanya telah rabun. Tidak satu anggota tubuhnyapun yang bermanfaat baginya kecuali lisannya, orang itu berkata, “Ya Allah, tunjukilah aku agar aku bisa memuji-Mu sehingga aku bisa menunaikan rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan Engkau sungguh telah melebihkan aku diatas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakan”“
Abdullah bin Muhammad berkata, “Demi Allah aku akan mendatangi orang ini, dan aku akan bertanya kepadanya bagaimana ia bisa mengucapkan perkataan ini, apakah ia faham dan tahu dengan apa yang diucapkannya itu?, ataukah ucapannya itu merupakan ilham yang diberikan kepadanya??.
Maka akupun mendatanginya lalu aku mengucapkan salam kepadanya, lalu kukatakan kepadanya, “Aku mendengar engkau berkata “Ya Allah, tunjukilah aku agar aku bisa memujiMu sehingga aku bisa menunaikan rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan Engkau sungguh telah melebihkan aku diatas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakan“, maka nikmat manakah yang telah Allah anugerahkan kepadamu sehingga engkau memuji Allah atas nikmat tersebut?? dan kelebihan apakah yang telah Allah anugerahkan kepadamu hingga engkau mensukurinya??”
Orang itu berkata, “Tidakkah engkau melihat apa yang telah dilakukan oleh Robku kepadaku? Demi Allah, seandainya Ia mengirim halilintar kepadaku hingga membakar tubuhku atau memerintahkan gunung-gunung untuk menindihku hingga menghancurkan tubuhku, atau memerintahkan laut untuk menenggelamkan aku, atau memerintahkan bumi untuk menelan tubuhku, maka tidaklah hal itu kecuali semakin membuat aku bersyukur kepadaNya, karena Ia telah memberikan kenikmatan kepadaku berupa lidah (lisan)ku ini. Namun, wahai hamba Allah, engkau telah mendatangiku maka aku perlu bantuanmu, engkau telah melihat kondisiku. Aku tidak mampu untuk membantu diriku sendiri atau mencegah diriku dari gangguan, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku memiliki seorang putra yang selalu melayaniku, di saat tiba waktu sholat ia mewudhukan aku, jika aku lapar maka ia menyuapiku, jika aku haus maka ia memberikan aku minum, namun sudah tiga hari ini aku kehilangan dirinya. Maka tolonglah aku, carilah kabar tentangnya –semoga Allah merahmati engkau-”.
Aku berkata, “Demi Allah tidaklah seseorang berjalan menunaikan keperluan seorang saudaranya yang ia memperoleh pahala yang sangat besar di sisi Allah, lantas pahalanya lebih besar dari seseorang yang berjalan untuk menunaikan keperluan dan kebutuhan orang yang seperti engkau”.
Maka akupun berjalan mencari putra orang tersebut hingga tidak jauh dari situ aku sampai di suatu gundukan pasir. Tiba-tiba aku mendapati putra orang tersebut telah diterkam dan dimakan oleh binatang buas. Akupun mengucapkan inna lillah wa inna ilaihi roji’uun. Aku berkata, “Bagaimana aku mengabarkan hal ini kepada orang tersebut??”. Dan tatkala aku tengah kembali menuju orang tersebut, maka terlintas di benakku kisah Nabi Ayyub ‘alaihi as-Salam. Lalu aku menemui orang tersebut dan akupun mengucapkan salam kepadanya lalu ia menjawab salamku dan berkata, “Bukankah engkau adalah orang yang tadi menemuiku?”, aku berkata, “Benar”. Ia berkata, “Bagaimana dengan permintaanku kepadamu untuk membantuku?”.
Akupun berkata kepadanya, “Engkau lebih mulia di sisi Allah ataukah Nabi Ayyub ‘alaihis Salam?”, ia berkata, “Tentu Nabi Ayyub ‘alaihis Salam “, aku berkata, “Tahukah engkau cobaan yang telah diberikan Allah kepada Nabi Ayyub?, bukankah Allah telah mengujinya dengan hartanya, keluarganya, serta anaknya?”, orang itu berkata, “Tentu aku tahu”. Aku berkata, “Bagaimanakah sikap Nabi Ayyub dengan cobaan tersebut?”, ia berkata, “Nabi Ayyub bersabar, bersyukur, dan memuji Allah”.
Aku berkata, “Tidak hanya itu, bahkan ia dijauhi oleh karib kerabatnya dan sahabat-sahabatnya”. Ia berkata, “Benar”. Aku berkata, “Bagaimanakah sikapnya?”, ia berkata, “Ia bersabar, bersyukur dan memuji Allah”. Aku berkata, “Tidak hanya itu, Allah menjadikan ia menjadi bahan ejekan dan gunjingan orang-orang yang lewat di jalan, tahukah engkau akan hal itu?”, ia berkata, “Iya”, aku berkata, “Bagaimanakah sikap nabi Ayyub?” Ia berkata, “Ia bersabar, bersyukur, dan memuji Allah, langsung saja jelaskan maksudmu –semoga Allah merahmatimu-!!”.
Aku berkata, “Sesungguhnya putramu telah aku temukan di antara gundukan pasir dalam keadaan telah diterkam dan dimakan oleh binatang buas, semoga Allah melipatgandakan pahala bagimu dan menyabarkan engkau”. Orang itu berkata, “Segala puji bagi Allah yang tidak menciptakan bagiku keturunan yang bermaksiat kepadaNya lalu Ia menyiksanya dengan api neraka”, kemudian ia berkata, “Inna lillah wa inna ilaihi roji’uun“, lalu ia menarik nafas yang panjang lalu meninggal dunia.
Aku berkata, “Inna lillah wa inna ilaihi roji’uun“, besar musibahku, orang seperti ini jika aku biarkan begitu saja maka akan dimakan oleh binatang buas, dan jika aku hanya duduk maka aku tidak bisa melakukan apa-apa[2]. Lalu akupun menyelimutinya dengan kain yang ada di tubuhnya dan aku duduk di dekat kepalanya sambil menangis.
Tiba-tiba datang kepadaku empat orang dan berkata kepadaku “Wahai Abdullah, ada apa denganmu?, apa yang telah terjadi?”. Maka akupun menceritakan kepada mereka apa yang telah aku alami. Lalu mereka berkata, “Bukalah wajah orang itu, siapa tahu kami mengenalnya!”, maka akupun membuka wajahnya, lalu merekapun bersungkur mencium keningnya, mencium kedua tangannya, lalu mereka berkata, “Demi Allah, matanya selalu tunduk dari melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah, demi Allah tubuhnya selalu sujud tatkala orang-orang dalam keadaan tidur!!”.
Aku bertanya kepada mereka, “Siapakah orang ini –semoga Allah merahmati kalian-?”, mereka berkata, Abu Qilabah Al-Jarmi sahabat Ibnu ‘Abbas, ia sangat cinta kepada Allah dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu kamipun memandikannya dan mengafaninya dengan pakaian yang kami pakai, lalu kami menyolatinya dan menguburkannya, lalu merekapun berpaling dan akupun pergi menuju pos penjagaanku di kawasan perbatasan.
Tatkala tiba malam hari, akupun tidur dan aku melihat di dalam mimpi ia berada di taman surga dalam keadaan memakai dua lembar kain dari kain surga sambil membaca firman Allah
}سَلامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ| (الرعد:24)
“Keselamatan bagi kalian (dengan masuk ke dalam surga) karena kesabaran kalian, maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. 13:24)
Lalu aku berkata kepadanya, “Bukankah engkau adalah orang yang aku temui?”, ia berkata, “Benar”, aku berkata, “Bagaimana engkau bisa memperoleh ini semua”, ia berkata, “Sesungguhnya Allah menyediakan derajat-derajat kemuliaan yang tinggi yang tidak bisa diperoleh kecuali dengan sikap sabar tatkala ditimpa dengan bencana, dan rasa syukur tatkala dalam keadaan lapang dan tentram bersama dengan rasa takut kepada Allah baik dalam keadaan bersendirian maupun dalam kaeadaan di depan khalayak ramai”
by Mas Javas · 0

Kepahaman agama merupakan suatu hal yang sangat penting.
Dengan memiliki kepahaman agama yang kuat, maka seseorang bisa mempertahankan agamanya,tidak terpengaruh dengan keadaan lingkungannya, bahkan bisa mempengaruhiorang-orang lain untuk berbuat kebaikan.
Sebagaimana isi hadits berikut:
فَقِيهٌ وَاحِدٌ أَشَدُّ عَلَى الشَّيْطَانِ مِنْ أَلْفِ عَابِدٍ رواه ابن ماجة
"Satu orang yang paham agama lebih berat bagi syetan untuk menggodanya daripada seribu orang yang ahli ibadah (namun tidak paham agama)".
Oleh karena itu, agar bisa meningkatkan dan menetapkan kepahaman agama tersebut, ada langkah-langkah yang bisa dilakukan, di antaranya yaitu:
1. Memperbanyak mengaji dan mendatangi pengajian
Materi yang seharusnya ada dan diajarkan di pengajian ini tentunya adalah Al-Qur’an dan Al-Hadits. Kedua materi ini merupakan dua pedoman utama dikalangan umat Islam. Dengan banyak mengaji, maka akan memiliki ilmu yang banyak, bisa mengerti mana yang halal, mana yang harom, dan mana yang subhat(ragu-ragu), mana yang haq dan mana yang batal, mana yang seharusnya dikerjakan dan mana yang seharusnya ditinggalkan.
Prakteknya adalah:
1.. yang bisa mengajarkan yang tidak bisa
2.. yang tidak bisa meminta yang bisa untuk diajari
3.. kalau sendirian disempatkan waktunya untuk membuka-buka kembali ilmu Qur’an Hadits yang pernah didapat
Dengan memiliki ilmu yang banyak dan ketertiban mengaji, seseorang bisa memiliki rasa takut dan rasa taqwa kepada Alloh, sesuai dengan firman Alloh:
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاؤُا ...الأية * سورة فاطر28
"Sesungguhnya hamba-hamba Alloh yang takut kepada Alloh hanyalah orang-orang yang berilmu …"
Dalam mengaji diharapkan terdapat kemauan dan kesungguhan untuk mengerti ilmu-ilmu yang dipelajari, sehingga benar-benar mantap dalam memahami isi Al-Qur’an dan Al-Hadits, dan merasa bangga dengan kebenaran agama Islam yang sumbernya Al-Qur’an dan Al-Hadits ini.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْوَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْيَتَوَكَّلُونَ * سورة الأنفال 2
"Sesungguhnya yang disebut sebagai orang iman itu adalah orang-orang yang ketika disebut nama Alloh maka tergetar hatinya, dan ketika dibacakan atas mereka ayat-ayat Alloh, maka tambahlah keimanannya, dan terhadap Tuhannya mereka berserah diri".
Sedangkan Nabi pernah bersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِِنَّمَا الْعِلْمُ بِتَّعَلُّمِ وَالْفِقْهُبِالتَّفَقُّهِ وَمَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرً يُفَقِّهُ فِى الدِّيْنِ وَاِنَّمَا يَخْشَ اللهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاؤُا * رواه الطبرانى عن معاوية
"Wahai manusia, sesungguhnya ilmu itu (diperoleh) dengan belajar, dan paham agama itu diperoleh dengan berusaha mencari kepahaman, dan barang siapa dikehendaki baik oleh Alloh, Alloh memahamkannya terhadap agama, dan sesungguhnya yang bisa bertaqwa kepada Alloh adalah hamba-hamba-Nya yang berilmu".
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tidaklah mungkin jika seseorang merasa sudah memiliki kepahaman agama yang kuat jika tidak menertibkan mengaji. Ilmu Islam adalah sangat luas. Masih banyak ilmu-ilmu di dalam Qur’an dan Hadits yang mungkin belum kita kaji. Maka marilah kita berlomba-lomba untuk mengaji dan mencari ilmu sebanyak-banyaknya.
2. Senang mendengarkan nasihat agama
Keimanan ada kalanya ada di atas, ada kalanya pula ada di bawah. Karena itu pulalah salah satu do’a yang sering dibaca oleh Nabi adalah:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ * رواه الترمذى كتابالدعوات
"Wahai Zat Yang Membolak-balikkan Hati, tetapkanlah hatiku dalam agamamu".
Selain membaca do’a tersebut, agar keimanan tetap terjaga dan meningkat, maka kita memerlukan masukan-masukan berupa nasihat agama.
Sebagaimana firman Alloh:
وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ * سورة الذاريات 55
"Dan peringatkanlah Muhammad, maka sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman"
Bagi orang iman, jika menerima nasihat pasti bermanfaat baginya dan bertambah kepahamannya. Dan jangan sampai kita tidak mau mendengarkan dan menerima nasihat, karena akan diancam oleh Alloh:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُيَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى * سورة طه 124
"Barang siapa yang berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit (di dunianya) dan akan dikumpulkan dia di hari kiamat dalam keadaan buta".
Dengan sering mendengarkan nasihat, maka kita akan selalu mendapatkan penerangan dan peringatan ke jalan yang benar. Jika langkah kita sudah benar, maka kita bisa tambah yakin dan tambah bersyukur karena sudah berada di dalam kebenaran. Sedangkan jika langkah kita salah, maka dengan adanya nasihat bisa membetulkan langkah kita dan kita selalu bisa bersyukur karena selalu diarahkan dalam kebenaran.
3. Banyak bergaul dengan orang yang sholih
Dengan banyak bergaul dengan orang yang sholih, maka akan selalu ada yang mengingatkan kita jika kita melakukan kesalahan. Separah-parahnya, kita akan merasa malu jika kita melakukan kesalahan di depan teman kita tersebut. Akan tetapi dengan banyak bergaul dengan orang-orang yang tidak sholih, jangankan dinasihati jika kita berbuat salah, bahkan kita diajak untuk mengerjakan perbuatan maksiat. Gambaran teman bergaul yang baik dan tidak baik adalah seperti hadits di bawah ini:
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِالْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَمِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيرِإِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً * رواهالبخارى
"Perumpamaan teman duduk (teman bergaul) yang baik (sholih) dan teman dudukyang jelek sebagaimana gambaran orang menjual minyak wangi dan ubupan pandai besi. Tidak melewatkan kepadamu orang yang menjual minyak wangi, adakalanya kamu membeli minyak wangi atau kamu menjumpai mendapatkan baunya. Sedangkan ubupan pandai besi akan membakar badanmu atau pakaianmu, atau (setidaknya) kamu akan menjumpai bau yang tidak enak".
Karena sebagian waktu kita digunakan untuk bergaul dengan teman-teman kita, maka sangatlah penting untuk memilih teman bergaul. Karena adanya godaan syetan, manusia lebih senang melakukan perbuatan yang melanggar dibanding melakukan perbuatan baik. Adanya teman bergaul yang baik akan mempengaruhi kita untuk berbuat baik juga dan menjauhkan kita dari mengerjakan perbuatan-perbuatan yang melanggar. Setipis-tipisnya keimanan dan kepahaman seseorang, lama kelamaan akan meningkat juga keimanan dan kepahamannya jika bergaul dengan orang-orang yang baik.
Dari suatu hadits, Nabi pernahbersabda:
حَدَّثَنَا ابْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ وَأَبُو دَاوُدَ قَالَاحَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنِي مُوسَى بْنُ وَرْدَانَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَقَالَ الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ* رواه أبو داود
"Tingkah laku seseorang akan mengikuti tingkah laku kekasihnya atau temannya. Maka (lihatlah) siapa yang akan dijadikan kekasih atau teman"
by Mas Javas · 1

Sahabatku, sesungguhnya salah satu pintu masuk menuju kebahagiaan adalah, ketika kita menjadi diri kita sendiri. Keyakinan kita dengan potensi, bakat, kekuatan dan karakteristik yang ada pada diri kita, membuat kita merasakan keistimewaan dan keunikan yang kita miliki.
Janganlah ragu wahai sahabat, bila kita sudah menemukan bakat kita, sekalipun menurut orang lain adalah sesuatu yang remeh. Ketika kita menjadi diri kita sendiri, maka kita akan menjadi orang yang paling bahagia di dunia.
Jika Anda berkumpul dengan orang-orang yang pintar pada satu bidang, yang mana bidang itu bukan keahlian Anda, jangan Anda katakan pada mereka bahwa keahlian yang mereka miliki juga Anda miliki. Keinginan Anda hidup dibawah bayang-bayang mereka justru akan melemahkan kedudukan Anda. Mengapa? Karena hal itu jelas akan menghilangkan kelebihan yang ada dalam diri Anda. Anda hanya berkutat pada kekurangan yang ada pada diri Anda. Dan jelas pada akhirnya akan melemahkan Anda, membuat Anda tidak bisa melangkah lebih jauh, dunia ini terasa sangat sempit. Jack Trout dalam bukunya yang cukup mencerahkan, Differentiatie or Die, berkata tentang hal ini: Jika Anda mengabaikan keunikan Anda dan mencoba untuk memenuhi kebutuhan semua orang, Anda langsung melemahkan apa yang membuat Anda “berbeda”.
Jujurlah dan katakan pada mereka, "Maaf, ini bukan bidang saya". Saya kurang ahli pada masalah yang kini sedang kalian bicarakan. Tapi saya punya keahlian di bidang yang lain. Saya tidak tahu, apakah keahlian saya dapat digunakan untuk membantu kalian atau tidak. Ketika Anda memberitahukan kepada mereka bahwa keahlian Anda di bidang B bukan A, mereka akan lebih antusias kepada Anda. Mereka akan lebih percaya, salut dan bangga berteman dengan Anda. Anda adalah sesuatu yang berbeda dengan lainnya.
Wahai sahabatku,
Tidak ingin menjadi diri kita sendiri disebabkan oleh keinginan kita untuk mendapatkan pujian manusia. Kita ingin menjadi populer di mata masyarakat. Sebuah hasil penelitian psikologi menyebutkan: orang-orang yang ingin menjadi populer seringkali tidak jujur. Dan mereka sendiri senang dipuji dengan amal yang mereka sendiri tidak mengerjakannya. (QS. 3: 188).
Membuat diri terkenal, itu bukan tujuan hidup kita. Kita hanya disuruh berbuat sebaik mungkin. Jika niat kita sudah salah, maka hasilnya pun akan tidak maksimal. Jika niat kita ingin terkenal tidak segera terwujud, kita hanya bisa larut dalam kesedihan karena tujuan hidup kita sudah terkandaskan. Sedangkan tujuan itu sendiri adalah final kehidupan. Tidak ada lagi kehidupan sesudah gagal mencapai titik final.
Berbeda dengan orang yang menyesuaikan tujuan hidupnya hanya untuk beribadah kepada Nya (”beribadah” disini artinya adalah melakukan suatu perbuatan hanya karena ingin mendapatkan ridho dan pahala dari Nya semata); kegagalan dalam menghadapi sebuah episode kehidupan dunia ini bukan berarti kegagalan segala-galanya. Jangan berambisi mencari popularitas, karena tabiat tersebut adalah indikasi dari kekeruhan jiwa, kegelisahan, dan keresahan (Dr. Aidh Al Qarni). Seburuk apapun karya kita dan sekecil apa pun prestasi kita, hargailah itu! Semua itu kita peroleh dari hasil kerja keras kita, hasil kejeniusan otak kita, dan hasil kreativitas kita.
Sungguh, alangkah berbahagianya orang yang mencari ridha hanya kepada Nya semata. Dia tidak ingin menjadi populer di mata masyarakat. Jika masyarakat tidak menghargai karyanya, itu hal biasa baginya, karena menurutnya: Kebanyakan manusia tiada mengetahui. Artinya hanya sedikit saja manusia yang dapat memahami kebenaran. Namun, bukan berarti bahwa dirinya lebih hebat dan lebih suci dari orang lain. Dan jika masyarakat menghargai karyanya, sekali-kali tidaklah ia menyombongkan diri (QS. 8: 47).
Wahai sahabat, Hiduplah dengan menjadi diri Anda sendiri walaupun terkadang itu tidak mudah melakukannya.
Semoga bermanfaat
by Mas Javas · 0
Sukses di bisnis internet membutuhkan paling tidak 7 hal yang WAJIB Anda miliki antara lain :
1. VISI YANG JELAS
Biasanya orang yang sudah belajar tentang ilmu internet marketing kebingungan untuk MEMULAI. Sebenarnya, silahkan TETAPKAN dulu VISI Anda dalam bisnis internet, Anda mau MAJU TERUS atau menyerah pada keadaan.
2. MENGETAHUI KEKUATAN ANDA
Ukur terus kekuatan Anda setiap saat. Misalnya Anda memiliki teman yang selalu mengingatkan, materi yang Anda miliki sudah di praktekan, menyukai salah satu materi yang Anda pelajari dan fokus padanya.
3. BERGAIRAH DALAM PRAKTEK
Mengetahui ilmunya sangatlah HEBAT, tapi tanpa mem-PRAKTEK-kannya adalah SIA-SIA. Dalam praktek, berusahalah untuk terus semangat dan bergairah untuk menemukan hal-hal lebih dalam dan seru.
4. MENGUMPULKAN SUMBER DAYA YANG ADA
Setelah Anda belajar, biasanya Anda akan mulai praktek (atau malah melupakan pelajarannya ;p). Yang Anda lupa kerjakan adalah selalu mengumpulkan sumber daya yang anda miliki. misalnya terus bertemu dengan teman-teman seangkatan, mengumpulkan artikel-artikel yang sesuai dengan pelajaran di internet.
5. PARTNER YANG TEPAT
Pasti Anda bingung sekali karena di internet terlalu banyak pelajaran bertebaran. Ada baiknya Anda memilih materi yang sesuai dengan gairah Anda dan temukanlah teman atau mentor yang pas dengan materi pelajaran pilihan Anda. Anda juga bisa berkonsultasi dengan para senior yang sudah lebih dulu mempelajari teknik-teknik pelajaran tersebut.
6. TAKTIK YANG HEBAT
Saya ingatkan tentang hal-hal yang banyak Anda pelajari di internet, banyak bukan? Anda hanya perlu FOKUS pada satu hal dan temukan taktik yang hebat di pelajaran tadi. Misalnya pada taktik SEO, PPC, Copywriting, Afiliasi, Video Marketing, dan lain-lain.
7. RENCANA YANG TERPROGRAM
Saat Anda belum juga menemukan uang yang Anda cari di internet, jangan salahkan internetnya ;p. Anda mungkin belum punya rencana yang matang dan terprogram untuk memulai dan memacunya. Saya sarankan untuk membuat ukuran waktu. Misalnya dalam 1 bulan harus ada uang dari pelajaran afiliasi, kalau tidak saya akan pelajari hal lainnya.
Semoga hal-hal tersebut bisa membantu Anda lebih semangat dalam mencari uang di internet. Yang pasti semua hal tersebut juga saya alami. Kunci yang paling penting dalam menjelajahi dunia bisnis internet adalah JANGAN PERNAH BERHENTI. ;p
by Mas Javas · 0
Apa itu wajan bolic???
Wajan : penggorengan, alat dapur buat masak * Bolic : parabolic * WajanBolic : Antena parabolic yang dibuat dari wajan.
Begitulah sebenarnya arti dari wajan bolic.
Terus, apa kegunaan dari wajan bolic ini??? Ini dia…
Wajan bolic digunakan untuk meningkatkan jarak jangkauan wireless LAN, sehingga diperlukan antena eksternal dengan gain yang lebih tinggi dari antenna standard. Karena antena eksternal High Gain harganya relative mahal, maka dibuatlah antena High Gain dari barang-barang yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, tentunya dengan cara yang mudah dan biaya yang lebih ringan. Salah satunya ialah Wajan Bolic Konvensional… ^_^
Mungkin sebelumnya tidak banyak orang yang menamai alat ‘canggih’ ini dengan wajan bolic konvensional, namun untuk meningkatkan kesan HighTech dan juga untuk meningkatkan harkat dan martabat para wajan/katel sejagad, maka dengan ini penulis menamainya sebagai wajan bolic konvensional.
Seperti apakah wajan bolic konvensional???
Sebetulnya wajan bolic konvensional adalah wajan/katel adalah katel yang sering kita jumpai pada umumnya, biasa kita temui di dapur ibu atau istri anda, di dapur tetangga, di pinggir jalan tempat orang jualan tahu sumedang, deelel. Hanya saja terdapat beberapa tambahan alat untuk wajan bolic konvensional ini. Untuk kadar kemanfaatan, tentunya katel bolic akan sangat membantu anda dalam meningkatkan jarak jangkauan sinyal dan wireless LAN.
Untuk tutorial kali ini penulis akan sedikit berbagi tentang bagaimana cara membuat wajan bolic konvensional, khususnya bagi anda yang menggunakan hp smart dengan sinyal terbatas (untuk daerah tertentu). Sedikit berbicara soal keterbatasan sinyal, hal ini salah satunya bisa disebabkan karena adanya blank spot, dimana ada sedikit kawasan yang memang tidak terjangkau oleh pemancar sinyal.
So, langsung saja, berikut cara membuat wajan bolic konvensional :
1. Siapkan wajan/katel (usahakan dengan ukuran yang cukup besar, agar sinyal2 yang diterima jauh lebih banyak)
2. Tempelkan hp smart anda di tengah2 wajan bolic konvensional, bisa dengan menggunakan selotip ukuran besar, atau yang lainnya.
3. Usahakan untuk menggantung katel bolic anda pada tempat tinggi.
4. Pasangkan kabel USB yang menghubungkan antara hp dengan komputer anda. Untuk mensiasati keterbatasan panjang kabel USB, maka anda dapat menyambungkan kabel USB anda, dengan syarat harus ada tambahan listrik sebesar +- 5 volt.
Semoga Bermanfaat!!!
by Mas Javas · 1
Dambaan akan tujuan ini memicu kita membuat sejumlah pilihan yang akan mendatangkan kebahagiaan dan kepuasan yang diberikan oleh hidup itu sendiri.
Namun dalam dunia yang serba sibuk ini, amatlah mudah seseorang dibelokkan oleh pilihan yang kurang baik, kadang-kadang pilihan tersebut tanpa disadari dilakukan dalam jangka panjang yang akhirnya menjadi kehidupannya tidak bermakna dan tidak berharga.
Untuk meraih suatu kedamaian dalam jiwa dan perasaan bahwa sudah berhasil mencapai hal yang didambakan
Marilah! kita lakukan JEDA sejenak untuk memikirkan prioritas dan sasaran yang akan diraih. Dengan JEDA sejenak akan membuat pikiran menjadi jernih, keyakinan yang akan diraih menjadi lebih kuat yang akhirnya sesuatu yang dipilih akan memberikan makna yang dalam bagi kehidupan diri maupun orang lain.
Tiga prinsip yang dapat membantu diri seseorang mencari makna dalam kehidupan ini menurut Stephen R. Covey dalam bukunya EVERYDAY GREATNESS:
1. Lakukan Kontribusi
2.Lakukan Kemurahan Hati
3.Berikan Perhatian.
Kontribusi, melakukan sesuatu yang bermanfaat, misi hidup dimana seseorang ingin menjadi bagian dari sesutau yang bermakna.
Kemurahan hati, terdapat dalam ucapan dan perbuatan terutama niat yang dilakuikan dengan ikhlas.
Memberikan perhatian, dapat dengan mudah dilakukan bila seseorang tidak mementingkan dirinya sendiri. Disaat melihat keluar dari diri maka akan memilih untuk membantu hidup orang lain.
Orang ingin MENCARI MAKNA dalam kehidupannya adalah mereka yang telah membentuk pikiran serta tindakannya untuk sebuah tujuan yang membuat hidup mereka paling bermakna.
Semoga Manfaat!
Sumber:Stephen R. Covey dalam bukunya EVERYDAY GREATNESS:
by Mas Javas · 0
Saya akan mengungkap 2 mitos tentang sukses. Mungkin Anda akan terkejut dan tidak percaya terhadap apa yang saya tulis. Atau mungkin Anda akan protes. Sebaliknya, jika Anda setuju dan percaya terhadap apa yang saya tulis maka Anda sungguh sudah memiliki pemahaman dan pencerahan dalam pencapaian sukses. Mitos adalah suatu keyakinan yang kebenarannya tidak bisa dibuktikan. Apa dua mitos sukses yang saya maksud? Pertama: “sukses harus dengan kerja keras”. Kedua: “orang sukses adalah orang yang terampil atau pintar”. Saya akan tunjukan bahwa kedua hal ini sebenarnya hanya mitos.
Jika sukses dihasilkan dari kerja keras, maka akan banyak milioner di setiap sudut kota. Tahukah Anda banyak pedagang yang berdagang dari subuh sampai larut malam namun tidak kaya-kaya? Padahal mereka sudah berdagang puluhan tahun. Tahukah Anda ada pedagang bambu yang membawa segerobak bambu dengan didorong dari desa jam 1 malam agar sampai di kota pagi hari? Apakah mereka kaya? Tidak.
Sementara, ada dua tukang bakso. Sama-sama bekerja keras mendorong gerobak bakso dari padi sampai malam. Anehnya yang satu sukses dan memiliki rumah makan bakso sendiri, sementara tukang bakso lainnya tetap mendorong gerobak dengan penghasilan jauh dibawah temannya. Apa yang salah? Padahal keduanya sama-sama bekerja keras?
Apakah kita tidak perlu kerja keras untuk sukses? Tentu saja sangat perlu. Tapi bukan satu-satunya dan bukan penyebab utama sukses.
Mitos kedua ialah masalah keterampilan. Betulkah lebih terampil akan lebih sukses? Bisa jadi Anda lebih terampil dibanding bos Anda. Banyak orang yang berkgelar MBA tetapi “tidak bisa” bisnis. Malah lulusan SDTT (SD Tidak Tamat) bisa sukses bisnis. Ini adalah realitas dan fakta, bahwa lebih pintar dan lebih terampil tidak menjamin Anda sukses.
Apakah tidak perlu terampil untuk sukses? Tentu saja sangat perlu. Jika Anda ingin sukses, salah satu syaratnya ialah Anda harus mengerti ilmunya dan terampil. Tetapi bukan satu-satunya penyebab sukses.
Lalu apa penyebab utama sukses? Sukses tidaknya Anda akan ditentukan oleh pola pikir Anda. Jika Anda sudah memiliki pola pikir yang benar, maka kerja keras akan mengikuti. Keterampilan yang diperlukan akan Anda miliki dalam perjalanan menuju sukses.
Jadi yang benar adalah:
Think and Grow Rich
bukan
Work Hard and Grow Rich
by Mas Javas · 0